PURWOREJO – Dalam rangka meningkatkan kualitas publikasi dan dokumentasi kegiatan lembaga, KPU Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Sinau Bareng atau "Naubar" dengan tema Teknis pengambilan Foto dan Dokumentasi, pada Kamis, 8 Januari 2026 . Bertempat di Aula Kantor KPU Kabupaten Purworejo, kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai di lingkungan sekretariat.
Acara dibuka dengan sambutan dan arahan dari Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih Parmas dan SDM), Abdul Azis. Dalam arahannya, Azis menekankan pentingnya setiap pegawai memiliki skill dasar dalam mendokumentasikan setiap kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan sejarah visual lembaga, dan jangan malu - malu ketika bertugas mendokumentasikan kegiatan, ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris KPU Kabupaten Purworejo, Rr. Sri Rahayu, memberikan arahan mengenai pentingnya setiap pegawai memiliki kemampuan pengambilan dokumentasi utamanya bagi pegawai yang sering mendampingi pimpinan pada suatu acara atau kegiatan. Ia berharap melalui kegiatan ini, kualitas hasil dokumentasi semakin berkualitas dan bisa diunggah untuk konten media sosial dan laporan resmi KPU Purworejo.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Ketua KPU Kabupaten Purworejo, Jarot Sarwosambodo. Dalam paparannya, Jarot membagikan poin-poin penting mengenai teknik pengambilan foto dan dokumentasi yang efektif. Ia memberikan instruksi khusus kepada seluruh peserta agar dalam setiap kegiatan lapangan maupun kantor, mereka mengambil foto sebanyak-banyaknya.
"Jangan ragu untuk mengambil banyak foto. Foto-foto tersebut nantinya akan kita olah menjadi foto story. Sebuah foto yang bagus bukan hanya sekadar gambar, tapi harus mampu bercerita tentang peristiwa yang terjadi," ujar Jarot.
Untuk menguji pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung. Setiap pegawai diminta mengirimkan 3 hingga 5 hasil karya foto mereka melalui tautan (link) yang telah disediakan oleh panitia.
Puncak acara ditutup dengan sesi bedah foto bersama. Setiap karya peserta direview secara mendalam, mulai dari narasi atau story di balik foto, pemilihan sudut pandang (angle), momentum, komposisi, hingga ukuran foto yang proporsional. Melalui evaluasi ini, diharapkan seluruh jajaran pegawai KPU Purworejo semakin mahir dalam mengabadikan momen-momen penting dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Purworejo.
PURWOREJO – Dalam rangka meningkatkan kualitas publikasi dan dokumentasi kegiatan lembaga, KPU Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Sinau Bareng atau "Naubar" dengan tema Teknis pengambilan Foto dan Dokumentasi, pada Kamis, 8 Januari 2026 . Bertempat di Aula Kantor KPU Kabupaten Purworejo, kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai di lingkungan sekretariat.
Acara dibuka dengan sambutan dan arahan dari Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih Parmas dan SDM), Abdul Azis. Dalam arahannya, Azis menekankan pentingnya setiap pegawai memiliki skill dasar dalam mendokumentasikan setiap kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan sejarah visual lembaga, dan jangan malu - malu ketika bertugas mendokumentasikan kegiatan, ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris KPU Kabupaten Purworejo, Rr. Sri Rahayu, memberikan arahan mengenai pentingnya setiap pegawai memiliki kemampuan pengambilan dokumentasi utamanya bagi pegawai yang sering mendampingi pimpinan pada suatu acara atau kegiatan. Ia berharap melalui kegiatan ini, kualitas hasil dokumentasi semakin berkualitas dan bisa diunggah untuk konten media sosial dan laporan resmi KPU Purworejo.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Ketua KPU Kabupaten Purworejo, Jarot Sarwosambodo. Dalam paparannya, Jarot membagikan poin-poin penting mengenai teknik pengambilan foto dan dokumentasi yang efektif. Ia memberikan instruksi khusus kepada seluruh peserta agar dalam setiap kegiatan lapangan maupun kantor, mereka mengambil foto sebanyak-banyaknya.
"Jangan ragu untuk mengambil banyak foto. Foto-foto tersebut nantinya akan kita olah menjadi foto story. Sebuah foto yang bagus bukan hanya sekadar gambar, tapi harus mampu bercerita tentang peristiwa yang terjadi," ujar Jarot.
Untuk menguji pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung. Setiap pegawai diminta mengirimkan 3 hingga 5 hasil karya foto mereka melalui tautan (link) yang telah disediakan oleh panitia.
Puncak acara ditutup dengan sesi bedah foto bersama. Setiap karya peserta direview secara mendalam, mulai dari narasi atau story di balik foto, pemilihan sudut pandang (angle), momentum, komposisi, hingga ukuran foto yang proporsional. Melalui evaluasi ini, diharapkan seluruh jajaran pegawai KPU Purworejo semakin mahir dalam mengabadikan momen-momen penting dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Purworejo.
Selengkapnya